
Di tengah laju disrupsi teknologi dan persaingan global yang semakin ketat, profesi engineer dituntut untuk berkembang lebih dari sekadar ahli teknis. Menjawab tantangan ini, Event Turnamen IMTI-UMA Tahun 2025 menghadirkan sebuah seminar inspiratif dengan tajuk “Engineerpreneur In Action: Berani Inovasi, Siap Berkompetisi”.
Pada Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 09.00-12.00 WIB di Gedung Conference Room Prof. Dr. H. A. Ya’kub Matondang, MA, Lantai III ini, bertujuan membekali para peserta dengan mindset dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ‘engineerpreneur’ seorang Sarjana Teknik yang memiliki jiwa wirausaha.

Tema “Engineerpreneur In Action” dipilih sebagai respons terhadap perubahan zaman. Seorang engineer masa kini tidak hanya dituntut untuk mampu merancang dan membangun, tetapi juga harus dapat berinovasi, melihat peluang pasar, dan mengelola sebuah ide menjadi bisnis yang berkelanjutan. Seminar ini hadir untuk merobohkan sekat antara keterampilan teknis dan kewirausahaan.
“Semangat inovasi dan kompetisi adalah napas bagi engineer generasi baru. Melalui event ini, kami ingin memantik keberanian para mahasiswa untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Galuh Robert Pratama, Ketua Panitia, dalam sambutannya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh pimpinan. Reakha Zulvatricia, ST, M.Sc, selaku Kabid Prodi Teknik Industri, menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan praktik nyata. Sambutan dari Yudi Daeng Polewangi, ST, MT, dan Juniarto Haloho sebagai Ketua IMTI akan semakin mengukuhkan komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan anggota.

Puncak acara akan menghadirkan sesi spesial bersama Imam Syukri Syah Tarigan, S.Ag, Direktur Utama Kopi Cimbang. Kehadirannya bukan tanpa alasan. Sebagai seorang yang sukses membesarkan sebuah brand kopi, Imam Syukri akan membagikan perjalanan nyata bagaimana sebuah ide sederhana dapat diolah menjadi enterprise yang kompetitif.

Peserta akan diajak untuk menyelami proses inovasi, strategi branding, hingga tantangan dalam bersaing di industri kuliner yang padat. Kisahnya diharapkan dapat menjadi bukti nyata bahwa jiwa engineerpreneur dapat diterapkan di berbagai bidang, tidak terbatas pada dunia teknik konvensional.
Seminar “Engineerpreneur In Action” lebih dari sekadar seminar. Ini adalah panggung untuk membangkitkan semangat dan mengubah pola pikir. Acara ini dirancang untuk memacu peserta agar berani mengambil langkah, menciptakan solusi inovatif bagi permasalahan di sekitar, dan mempersenjatai diri untuk bersaing secara sehat di kancah global.
Dengan menghadirkan narasumber yang telah ‘membuktikan’ di lapangan, seminar ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lahirnya engineer-entrepreneur baru yang siap berkontribusi bagi bangsa. Pada akhirnya, semangat untuk berani inovasi dan siap berkompetisi inilah yang akan menjadi penentu dalam mencetak masa depan industri Indonesia yang lebih gemilang.
