Menganalisis kecocokan dalam penelitian strategi CSR di BUMN Di Indonesia, Undang-Undang Perseroan Terbatas N. 40 Tahun 2007 telah digunakan sebagai dasar pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan CSR di Indonesia adalah untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi perusahaan dan pemangku kepentingan. Ada beberapa perusahaan di Indonesia yang memiliki kategori tersendiri untuk implementasi CSR. kecocokan dalam penelitian strategi Beberapa perusahaan termasuk dalam tahap ketaatan, manajerial dan strategis (Suparyono, 2012; Uriarte, 2008). Dalam pelaksanaan CSR, beberapa pengelola masih menghadapi sejumlah kendala (D’Amat, Henderson & Florence, 2009), terutama dalam pengalokasian anggaran dan pelaksanaan program (Di Indonesia disebut Program Kemitraan dan BinaLingkungan – PKBL, Suparyono, 2012). Selain itu, beberapa manajer juga mengalami kendala dalam melakukan sosialisasi kepada karyawan baru yang menginisiasi CSR di lapangan. Hal ini dikarenakan hampir setiap tahun perusahaan memiliki program sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam cakupan yang sangat luas dan heterogen (Suprapto, 2006). Hal ini menimbulkan masalah bagi manajer dalam melaksanakan CSR. Oleh karena itu, perusahaan perlu menciptakan kesesuaian antara strategi CSR dan variabel kontingensi dengan melakukan taktik sosialisasi dan orientasi waktu untuk meningkatkan kinerja organisasi. Taktik sosialisasi diperlukan oleh manajer CSR untuk staf CSR baru agar mereka dapat melakukan studi terhadap nilai-nilai lama dan baru yang diterapkan oleh perusahaan mereka ( Kreitner & Kinicki, 2007), dan juga terkait dengan kecocokan pekerjaan mereka (Ashforth, Sluss & Saks, 2007). Perilaku manajer CSR seringkali berorientasi pada waktu karena CSR dibuat untuk berhasil pada jangka waktu tertentu. Orientasi waktu yang meliputi polikronisitas dan monokronisitas telah menjadi hal yang penting bagi seseorang agar bermanfaat untuk mengatur keseimbangan waktu (Lindquist & Scarborough, 2007), yang pada akhirnya akan membuat kinerja menjadi lebih baik (Love, 2009; Sanderson, 2012; Konig & Waller ,2010). Penelitian ini dibuat untuk mengisi gap topik yang jarang terjadi yaitu pentingnya taktik sosialisasi, orientasi waktu dan strategi CSR terhadap kinerja organisasi pada BUMN di Indonesia.
