Keberlanjutan, orientasi inovatif dan kinerja ekspor UKM manufaktur: Analisis empiris peran mediasi citra perusahaan Setiap organisasi menawarkan citra perusahaan kepada publik yang sangat penting dari sudut pandang strategis. Namun, saat ini belum ada literatur yang menganalisis bagaimana citra perusahaan yang dihasilkan oleh perusahaan mempengaruhi pertumbuhan bisnis (Tran, Nguyen,Melewar & Bodoh, 2015). Seperti diketahui, perusahaan industri bersaing di pasar domestik dan cenderung menggunakan strategi ekspor untuk bersaing dan memposisikan produknya dalam perdagangan internasional. Literatur menegaskan bahwa ekspor adalah pengungkapan kesuksesan bisnis dan juga merupakan strategi untuk meningkatkan profitabilitas. Argumentasi dalam penelitian ini didukung oleh Theory on Resources andCapabilities (Barney, 1991; Penrose, 1959) dan Theory of Dynamic Capabilities (Hamel & Prahalad, 1990; Teece & Pisano, 1994; Teece, Pisano & Shuen, 1997; Teece, 2007). ). Teori berdasarkan Sumber Daya dan Kemampuan menjelaskan pentingnya aset tidak berwujud bagi keberhasilan kompetitif perusahaan. Pendekatan teoritis Kemampuan Dinamis menjelaskan bahwa kemampuan internal bertanggung jawab untuk menanggapi perubahan lingkungan (Zajac, Kraatz & Bresser, 2000); dan inovasi untuk menghasilkan kemampuan untuk mengembangkan solusi baru (Teece & Pisano, 1994). Mengukur dan mengkuantifikasi sumber daya tidak berwujud bisnis, adalah tugas yang kompleks, karena ini berasal dari informasi dan pengetahuan yang dipahami dalam perusahaan (sebagai budaya organisasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris peran yang dimainkan oleh citra perusahaan, keberlanjutan, dan orientasi inovatif pada kinerja ekspor. Namun, dalam penelitian ini, keberlanjutan dan orientasi inovatif perusahaan dengan citra perusahaan adalah berwujud bisnis yang kami pelajari secara empiris dalam kaitannya dengan kinerja ekspor. Hubungan antara inovasi dan internasionalisasi perusahaan, seperti kinerja ekspor yang mendapat tempat menarik di kalangan peneliti, telah diteliti kinerja ekspor UKM manufaktur secara luas. Namun, pendekatan hubungan seperti yang disajikan dalam penelitian ini tidak ada dalam literatur, meskipun ada penelitian yang menganggap variabel serupa (Rhee, Park & Lee, 2010; Fonseca & Lima, 2015). Orisinalitas penelitian tentang UKM manufaktur ini adalah karena nilai tambah yang diberikan dapat memberikan hasil bagi pelaku usaha tersebut, apakah mengekspor atau mempertimbangkan untuk menggunakan strategi ekspor. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian; yang pertama adalah pendahuluan; kedua latar belakang literatur, di mana variabel yang digunakan didefinisikan, hipotesis penelitian dan model penelitian disajikan; pada bagian ketiga metodologi yang digunakan untuk menguji hipotesis disajikan melalui sampel industri UKM; keempat merinci hasil yang dicapai melalui pemodelan persamaan struktural; dan bagian terakhir memberikan kesimpulan utama dan implikasi praktis dari penelitian ini.
