Implementasi Metode Quality Function Deployment (QFD) Guna Meningkatkan Kualitas Kain Batik Tulis dalam pemilihan dan pengoptimalan suatu metode yang lebih baik untuk meningkatkan mutu suatu produk atau jasa yang dihasilkan sangat diperlukan oleh perusahaan dewasa ini. Dalam permasalahan ini yang penting untuk diperhatikan oleh suatu perusahaan adalah kesesuaian suatu produk atau jasa yang dihasilkan dengan keinginan dan kepuasan konsumen sehingga dapat berkelanjutan menjadi pelanggan. Salah satu metode untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelangan adalah Quality Function Deployment. Metode ini digunakan oleh industri batik di Nambangan Lor Kotamadya Madiun untuk menentukan technical respon yang harus dilakukan.
Krisis ekonomi yang sedang melanda negara-negara berkembang termasuk di Indonesia memberikan dampak sangat luas bagi kehidupan masyarakat serta telah merontokkan banyak industri besar. Bukan hanya industri besar yang terkena dampak krisis ekonomi ini akan tetapi industri kecil dan menengah juga terkena imbas dari krisis ekonomi ini. Maka diperlukan penanganan yang optimal terutama berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan sehingga perusahaan tidak kalah bersaing.Penelitian ini mengambil obyek di sentra industri batik yang berlokasi di Desa Nambangan Lor Kotamadya Madiun, yang merupakan kumpulan dari home industriesyang bergerak pada pembuatan kain batik, baik itu batik tulis maupun batik cetak. Sampai saat ini sentra industri batik ini belum mempunyai standart kualitasproduk sehingga banyak terjadi complaintdari agen atau pengecer terhadap hasil produk yang berhubungan dengan kualitas, dimana banyak produk pada setiap kodi yang telah dikirim kepada distributor, agen atau pengecer dikembalikan atau tidak diterima karena kualitasnya kurang bagus, terutama produk batik tulisnya. Rata-rata permintaan produk batik di Desa Nambangan Lor Madiun adalah 600 kodi ( 1 kodi = 20 Unit ) atau sama dengan 12.000 Unit batik tiap bulan, sebagian besar permintaan produk batik ini adalahberupa kain batik tulis. Padahal kapasitas produksi sentra industri batik ini rata-rata 900 kodi atau sama dengan 18.000 Unit/Bulan. Sehingga disinyalir hanya sekitar 67% produk batik di desa Nambangan Lor Gresik yang mampu menembus pasar, padahal kapasitas produksinya adalah 18.000 Unit/Bulan. Belum lagi dengan produk yang cacat atau tidak diterima/dikembalikan oleh agen, distributor atau bahkan usernya sendiri.
Penelitian ini ingin memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk terutama pada produk utamanya yaitu kain batik tulis, sehingga produk yang dibuat lebih mempunyai bargaining powerdi pasar serta mampu memenuhi harapan yang diinginkan konsumen produk kain batik tulis.
