Tingkat Persediaan dengan Pendekatan Model Persediaan Single Item dalam Pengendalian dan pemeliharaan persediaan adalah masalah yang umum terjadi pada semua perusahaan di sektor manapun dalam perekonomian tertentu. Dua pertanyaan mendasar yang harus dijawab dalam mengendalikan persediaan adalah kapan persediaan akan diisi ulang dan berapa banyak yang harus dipesan untuk diisi ulang. Model persediaan (Q, r) mencoba menjawab dua pertanyaan dalam berbagai keadaan. Penelitian telah menunjukkan, (1) bahwa perusahaan yang mengabaikan variabilitas permintaan lead-time dapat mengalami kerugian finansial yang besar, (2) bahwa distribusi gamma memberikan kesesuaian yang paling umum untuk permintaan lead-time untuk berbagai item persediaan, (3) bahwa asumsi permintaan waktu tunggu tetap atau perkiraan normal untuk itu akan sering menghasilkan kesalahan yang signifikan (Namit dan Chen, 1998). Penelitian ini melakukan algoritma yang efisien dan akurat untuk menyelesaikan (Q, r) model persediaan dengan permintaan waktu tunggu gamma .
Persediaan merupakan asset yang cukup penting dari suatu organisasi perusahaan. Dalampengendaliannya, perlu dilakukan secara cermat dan tepat guna meminimalkan biaya total persediaan dan memaksimalkan kepuasan pelanggan. Dalam kenyataannya kebijaksanaan pengaturan persediaan menghadapi beberapa kendala yang merupakan tradeoffantara meminimasi biaya total persediaan dan memaksimalkan service levelbagi pelanggan.Dalam suatu sistem persediaanyang membolehkan terjadinya backorder, permintaan selama lead time merupakan ukuran yang penting dalam pengambilan keputusan. Perusahaan yang dalam operasinya mengabaikanvariabilitas dari permintaan selama lead timeakan mengalami kerugian financial yang cukup signifikan (Vinson, 1972 dalam Namit dan Chen, 1998). Sementara itu banyak model itu banyak model-model persediaan yang ada mengasumsikan bahwa permintaan selama lead timedianggap tetap atau mengikuti distribusi normal. Padahal dari beberapa studi, ditemukan abhwa distribusi gamma merupakan distribusi yang paling umum dari permintaan selama lead time(Bagchi, 1986 dalam Namit dan Chen, 1998). Dengan melihat kenyataan tersebut diatas maka diperlukan suatu kebijaksanaan pengendalian persediaan yang memperhatikan distribusi permintaan selama lead time.Penelitian Tingkat Persediaan dengan Pendekatan Model Persediaan Single Item ini membahas penetapan tingkat persediaan spare partforklift merekKomatsu yang mampu meminimalkan biaya total persediaan dan meningkatkan service level.Studi kasus dilakukan dengan menerapkan model persediaan spare partyang ada di literatur pada sebuah perusahaan yaitu PT United Tractors. PT United Tractors merupakan salah satu distributor resmi dan supporting productalat berat khusus yang bermerek Komatsu
