Pengembangan Algoritma Penjadwalan Produksi Job Shop Untuk Meminimumkan Total Biaya Earliness Dan Tardiness melalui algoritma forward dan backward-forward untuk meminimalkan total biaya earliness dan tardiness. Pendekatan mundur memiliki beberapa kelemahan, seperti jika pekerjaan dijadwalkan secara mundur, ada kemungkinan terjadi situasi yang tidak layak, dimana pekerjaan dijadwalkan pada t <0. Makalah ini menggunakan data hipotesis yang dihasilkan secara acak. Pengembangan algoritma penjadwalan job shop ini divalidasi menggunakan software LINDO untuk mengetahui keefektifan metode heuristik, dibandingkan dengan metode optimasi. Validasi tersebut membuktikan bahwa hasil metode penjadwalan mundur-maju lebih baik daripada hasil metode penjadwalan maju.
Penjadualan didefinisikan sebagai pengalokasian sumber-sumber daya selama suatu rentang waktu untuk melakukan sekumpulan tugas (Baker, 1990). Tujuan penjadualan adalah mengoptimasi penggunaan sumber daya sehingga tujuan produksi dapat tercapai (Narasimhan, dkk, 1985). Dalam penjadualan berbasis waktu dikenal keterlambatan positif (tardiness) dan keterlambatan negatif (earliness), bila dikaitkan dengan aturan penjadualan berbasis biaya keterlambatan positif menimbulkan biaya tardinessdan keterlambatan negatif menimbulkan biaya earliness. Biaya tardinessadalah biaya keterlambatan yang disebabkan suatu pekerjaan diselesaikan lebih dari batas waktu (due date) yang ditetapkan oleh konsumen, sedangkan biaya earlinessadalah biaya yang disebabkan suatu pekerjaan diselesaikan lebih cepat dari batas waktu (due date) yang telah ditentukan oleh konsumen sehingga menimbulkan biaya inventori.Tjandera (1992), melakukan penelitian penjadualan produksi menggunakan metode forward non delaydan backwarduntuk menyelesaikan masalah di lingkungan job shop.Ibnu Utama (1994), melakukan penelitian penjadualan job shopuntuk meminimasi earlinessdengan mempertimbangkan perawatan mesin. Sun dan Lin (1994), memberikan kerangka berpikir penyelesaian masalah job shopdengan pendekatan backward. Karena sebelumnya belum ada penelitian tentang penjadualan job shop yang meminimasi total biaya earlinessdan tardiness secara bersama-sama,maka dicoba untuk Pengembangan Algoritma Penjadwalan Produksi Job Shop untuk meminimumkan total biaya earlinessdan tardiness dengan metode Non Delay melalui pendekatan forward dan backward. Pendekatan backwardmempunyai kekurangan, jika jobdijadwalkan mundur akanmemungkinkan terjadinya infeasible, yaitu suatu keadaan dimana jobdijadwalkan pada t<0. Maka job yang infeasible akan dimajukan pada t=0 dengan menggunakan algoritma affected operation rescheduling.
